Label

Friday, 16 October 2015

Cerpen Akulah Yang Membahagiakanmu

Akulah yang Membahagiakanmu

Karya:Alrafii Irvan Febriyanta




  Cinta itu buta.Ya dan benar.Itu adalah kalimat yang sering diucapkan orang ketika seseorang jatuh cinta namun tidak menyadari akan hal itu.
Ini adalah pengalaman pertamaku jatuh cinta.Seumur hidup,aku tidak mengetahui apa itu jatuh cinta.Aku hanya diam dan menjalani hidup ini biasa
saja,tanpa mengetahui siapa yang suka kepadaku.

  Namaku Erik.Aku adalah seorang remaja berumur 17 tahun.Hidupku cukup sederhana.Aku tinggal di sebuah kost-an yang berjarak 2km dari sekolahku.Alasan aku tinggal di kost-an yaitu,ayah dan ibuku sudah meninggal 3 tahun yang lalu.Mereka meninggal karena sebuah kecelakaan saat menuju kampung halamanku.Kakek,nenek,paman dan bibiku yang berada disanapun sedih.Mereka ingin aku tinggal disana namun aku menolaknya karena hanya tinggal 1semester lagi aku akan menyelesaikan sekolah SMAku.Merekapun menyetujuinya.Setelah itu aku mencari kos-kosan yang berada dekat sekolahku.Dan hasilnya akupun menemukannya walaupun agak jauh.Untungnya aku masih mempunyai motor milik ayahku dulu.Motor bebek keluaran 2014 yang cukuphandal dan bagus untuk kupakai.

 Saat ini aku bersekolah di SMA Angkasa 5.Ya,sekolah favorit semua orang pada saat itu.Mungkin karena hasil usahaku mendapatkan NEM 37,60 saatSMP dulu.Namun tidak semua murid yang bersekolah pintar,terdapat juga anak-anak kaya yang membayar masuk ke sekolah tersebut.Akupun tidak mempedulikannya.Tugasku disini adalah menamatkan SMAku,dan pergi ke jenjang yang lebih tinggi untuk membahagiakan keluargaku.Disamping sekolah,aku juga bekerja sebagai penjaga toko buku didekat kostanku.Gaji perbulannya sekitar Rp1 juta.Sangat lebih untuk digunakan makan,membayar sewa,dan membeli kuota internet.Mungkin ini akibat keahlianku memandu para pembeli,menjaga toko,sehingga toko milik Pak Wen dapat laris dan banyak pengunjungnya.

 Pada saat disekolah,aku bertemu dengan seorang gadis cantik.Tubuhnya anggun,wajahnya cantik,memakai kaca-mata baca dan suka memakai earphone ketika istirahat.Ia adalah Sinta,teman sekelasku.Banyak sekali lelaki yang menaksir kepadanya,terkecuali aku.Aku hanya beranggapan biasa saja kepadanya.
Dia juga memiliki seorang kekasih anak kaya.Kekasihnya selalu ditemani oleh 3 temannya yang 'gaul'.Pekerjaannya tiap hari adalah membully anak culun.Hal itu dilakukannya saat tidak diketahui oleh pacarnya,Sinta.Disamping membully ia juga mengambil uang saku orang yang dibullynya.Sungguh kejam,namun aku harapia tidak melakukan itu kepadaku.


  Pada saat dikelas,pak guru mengadakan ulangan mendadak.Sinta yang duduk disampingku,merasa kaget karena ia tidak sempat menghafal,sedangkan aku memang setiap hari selalu menghafal setiap pelajaran yang baru selesai diterangkan.Ini adalah kejadian yang konyol.Saat sedang mengerjakan,ia menanyakanku
isi dari beberapa nomor.Sebenarnya aku tidak ingin memberitahunya,namun karena aku merasa kasihan,aku beri ia jawaban-jawabannya.Iapun mengerjakannya dengan gesit dan selesai.Ketika mengumpulkan,aku memberitahunya bahwa ia belum menulis namanya di kertas ulangannya.Iapun kaget dan segera mengambil pulpennya kembali.Setelah itu ia mengumpulkannya.

 Ketika saat istirahat,aku sedang berdiri menghadap taman sekolah,sekedar mencari udara segar setelah ulangan tadi.Pada saat itu datanglah Sinta seorang diri.Ia menyapaku dan mengajakku
berbicara.

"Hey!" sapa Sinta
"Iyah?ada apa?" aku menyapanya kembali.
"Terima kasihya udah ngasih aku jawaban beberapa nomor,kamu pinter banget deh!" ucapnya.
Akupun berkata "Iya,aku sekedar membantu sedikit orang yang kesusahan kayak kamu."
Lalu ia bertanya kembali, "Siapa nama kamu?"
"Namaku Erik.Aku tinggal disebuah kosan yang jaraknya 2km dari sini." jawabku dengan menjelaskan sedikit.
"Tinggal di kosan?emang kamu enggak punya rumah apa?".Iapun melemparkan pertanyaan lagi.Pada saat itulah aku mulai berbicara dengan gadis cantik itu.Aku menceritakan sedikit tentang kehidupanku.
Iapun mendengarkannya dengan serius dan berkata: "Malangya nasib kamu,tapi tetap semangat yah!".Akupun menjawab "Terima kasih.".Setelah itu ia pergi meninggalkanku dan pergi ke kantin.

  Saat dikantin,aku melihat pacarnya dan teman-temannya,membully anak culun bernama Andi.Ia adalah siswa yang kutu buku,hampir sama sepertiku namun lebih culun dariku.Saat Andi sedang makan baso,Ferry,pacar Sinta,datang bersama teman-temannya sembari membawa beberapa cabai rawit yang masih segar.Ia langsung memasukkan cabai rawit tersebut ke mangkok Andi.Setelah itu ia memaksa Andi untuk memakannya.Andi yang tidak mau dipukul oleh salah satu teman Ferry.Karena terpaksa,iapun memakan 10 cabai rawit tersebut.Ia yang merasakan pedasnya cabai rawit mengeluarkan ekspresi yang ditertawai oleh Ferry dan teman-temannya.Seisi kantinpun ikut menertawainya terkecuali aku.Aku membantunya dengan memberikan teh hangat kepadanya.Ya,air hangat dapat mengurangi rasa pedas yang berlebihan.Saat itulah Ferry pergi keluar kantin bersama teman-temannya.Suasana kantinpun kembali seperti semula.


 Pada saat pulang sekolah,aku melihat dari kejauhan,Ferry terjatuh dari motor Ninjanya.Ia terjepit oleh motornya ditengah jalan,dekat tikungan tajam.Akupun berlari dan membantunya.Aku angkat motornya lalu aku pinggirkan.Saat aku hendak kembali lagi,terdengar suara truk yang akan datang.Akupun membantunya berdiri,lalu aku dorong ia untuk keluar jalan.Pada saat itulah sebuah truk menabrakku dengan kencang.
Aku hanya mendengar suara teriakan Sinta pada saat itu,dan aku terpental beberapa meter dari situ.


'3 hari koma akibat kejadian itu'

  Aku terbangun disebuah rumah sakit bernama RS Jaya Wijaya.Ada beberapa teman sekelasku yang menjengukku,ada juga Sinta dan kekasihnya.Ia mengucapkan terima kasih kepadaku karena telah menyelamatkannya.Aku hendak menggerakkan tangan kiriku,namun tangan kiriku patah dari pundak.Tentu saja tidak dapat kugerakkan.Aku harus menunggu tangan kiriku sampai sembuh kembali.

   Saat disekolah,aku bertemu dengan Andi.Ia mengajakku ke taman depan.Akupun menyetujuinya.Disitulah kami mulai dekat,saling bercerita kehidupan masing-masing,dan akupun mulai menjadi sahabatnya.
Pada ditengah perbincangan,ia berkata kepadaku
"Rik,ada orang yang suka sama kamu loh" kata Andi
Akupun bertanya "Siapa?"
Iapun menjawab "Sinta,teman sekelasmu yang cantik itu.Ia sangat suka sama kamu."
"Rasanya tidak mungkin,ia juga punya pacar,dan aku bukan siapa-siapa baginya.Mukaku juga tidak terlalu tampan." balasku
Diapun menceritakan sedikit tentang kehidupan bersama pacarnya.Ternyata Sinta tidak begitu mencintai kekasihnya karena sifatnya yang buruk itu.Walaupun tampan,gagah,dan kaya,namun tetap saja
perbuatannya membuat Ferry seperti anak kecil.Ditengah perbincangan itu ia berkata dan menasehatiku
"Erik,cinta itu buta.Tidak memperdulikan tampan,gagah,atau kayanya engkau,cinta akan selalu datang.Lihat apa yang terjadi dengan Sinta,ia mencintai Ferry hanya karena ketampanan dan kayanya saja.
Dia tidak menghiraukan sifatnya.Dan lihat akhirnya!rasa cintanya lama-lama mulai pudar.Sedangkan apabila Sinta mencintaimu apa adanya,sudah dimungkinkan ia akan menerimamu apa adanya,dan ia akan mencintaimudengan tulus hati.Ingat Rik,mencintai apa adanya lebih bahagia dibandingkan mencintai dengan nafsumu sendiri.Karena nafsu akan hilang seiring berjalannya waktu."

  Itulah yang dikatakan Andi.Perkataan itu membuatku mulai mengenal apa itu cinta.Hatiku mulai terbuka sedikit demi sedikit.

 Saat pulang sekolah,Sinta datang sambil membawa makanan kecil.Ia memberikanku makanan itu dan,mencium pipi kiriku sambil berkata "Terima Kasih".Akupun serasa seperti terbang melayang akibat ciuman Sinta tadi.Baru pertama kali ini pipiku dicium oleh gadis cantik.Akupun pulang dan mulai pergi ke tempat kerjaku kembali.Saat sedang ditempat kerja,aku melihat Ferry dan teman-temannya datang.Aku kira ia akan membeli buku di toko yang aku jaga ini.Namun aku kira mereka tidak senang membaca buku,dan benar saja.Ia datang sambil mengacak-acak tokoku.Saat aku hendak mengehentikannya,kedua temannya memegang kedua tanganku.Lalu temannya yang ketiga,memukulku habis-habisan.Ferry berkata "Aku kira kamu temanku.Tapi ternyata kau adalah musuh dalam selimut.Berhentilah mendekati Sinta!".Akupun membalasnya dengan berkata:"Aku tidak mendekatinya!Dialah yang menyukaiku!".Ferry berkata kembali "Bohong!Kau juga menyukainya kan?berhentilah mendekati pacarku mulai saat ini!".Lalu ia menyuruh temannya untuk memukuliku kembali.Saat itulah aku pingsan.Ketika aku terbangun,toko sudah berantakan,kaca ada yang rusak,dan aku babak belur dengan muka memar dan pendarahan di mukaku.Bosku pun datang dan menanyakan apa yang terjadi.Aku menceritakan bahwa ada sekelompok genk yang datang menghabisiku.Ia yang tidak tegapun membawaku kerumahnya dan aku diobati oleh istrinya.

  Pada saat istirahat,aku pergi ke kantin bersama Andi.Mulai saat ini akulah yang dibully oleh Ferry.Ia membeli semangkuk bakso dan menumpahkannya kepadaku.Seisi kantin diam saja menyaksikan adegan tersebut.
Sinta yang tidak sengaja melihat itupun datang kepada Ferry sambil berlari.Iapun menampar Ferry sekeras-kerasnya.Ferry hanya diam terpaku oleh tamparannya tersebut.
"Setega itukah kamu?dibalik sifat kamu yang lembut itu???!!!" sentak Sinta.
"Sayang aku bisa jelasin kok dia itu.." belum sempat menjelaskan,Sinta langsung berbicara "Kita Putus!!!".Ferry langsung mengejar Sinta yang pergi ke belakang sekolah sedangkan ketiga temannya hanya
terdiam menatapku.Akupun pergi bersama Andi ke toilet untuk membersihkan wajahku.

----------------

 UN telah datang.Aku menjalaninya dengan sungguh-sungguh.Semua yang telah aku pelajari,aku keluarkan kembali lewat jawaban-jawabanku.
Ketika pengumuman datang,Kepala Sekolah memberitahu nilan NEM terbesar.Inilah hal yang membuatku bangga.Aku mendapatkan NEM 58.90,lalu sahabatku Andi mendapatkan NEM 57.50.Dan yang terkahir adalah Angel dengan NEM 56.75.Semua menyorakiku.Akupun merasa terharu akibat perjuanganku saat itu.Dengan nilai NEM itu,aku dapat mengambil beasiswa dan liburan gratis bersama 3 temanku.

 Ketika aku hendak pulang bersama Andi,Ferry dan teman-temannya datang kembali kepadaku.Aku kira ia akan memukulku,namun ia malah mendekatiku dan berkata:"Kaulah yang pantas menjadi kekasihnya."
Setelah itu iapun pergi bersama teman-temannya.Aku mendengar kabar bahwa Ferry akan pergi ke Amerika dan tinggal disana selamanya.Mungkin kalimat tadi ditunjukkan agar aku dapat menjadi kekasihnya Sinta.
      Akupun mendatangi Sinta.Belum sempat berbicara kepadanya,ia memelukku dan berkata: "Bahagiakanlah aku Rik.Aku tau kamu lelaki yang pantas untukku.".Mungkin itu adalah hari pertama aku menjadi seorang lelaki yang memiliki kekasih.Akupun mengusap air matanya dan berkata: "Aku berjanji akan hal itu".

  Saat liburan,aku membawa Andi,Angel,dan Sinta untuk pergi ke Bali.Disana kami bercanda ria,bersenang-senang,menikmati keindahan pantai,dan tertawa.Aku mengajak Sinta kepinggir pantai dan aku membacakannya sebuah puisi.Setelah itu aku bertanya "Maukah kamu menikahiku suatu saat nanti?".Iapun menjawab "Iya".Sangat gembira sekali aku mendengar jawaban itu.Setelah liburanku selesai,kami kembali ke kota kami kembali.Namun saat sedang berada di pesawat,Sinta merasa kepalanya sangat sakit sekali.Ia berkata bahwa ia tidak dapat bergerak leluasa.Akupun khawatir akan hal itu.Setelah sampai di bandara kota,kami langsung membawanya ke rumah sakit terdekat.Ia langsung dirawat ke ruang UGD.

 Setelah dirawat,aku menemui dokter dan iapun berkata kepadaku.
"Apakah anda yang bernama Erik?" tanya dokter
"Iya dengan saya sendiri.Ada apa ya Dok?" jawabku sambil bertanya kembali.
"Kekasih anda menderita Meningitis.Sistem otaknya tidak dapat bekerja kembali apabila tidak ditangani dengan cepat.Namun sudah terlambat,seharusnya ia sudah dirawat 2 hari yang lalu." jelas dokter.

Kebodohanku,aku tidak bertanya ia sakit apa,aku malah asyik saja dengan dirinya.Akupun datang ke kamarnya bersama Andi.Sinta yang sedang sekaratpun berkata dengan lemasnya
"Makasih atas hal-hal yang udah kamu lakuin Rik.Kamu memang orang yang telah membahagiakanku sampai saat ini.".Ucapnya dengan rintih.10 detik kemudian,kepalanya lunglai kesamping dan indikator jantungnya berhenti seketika.Saat itulah aku berteriak meminta pertolongan kepada dokter.Akupun keluar bersama Andi saat itu.

 Sayang seribu sayang,dokter datang kepadaku dengan raut wajah yang sedih.Iapun berkata "Maaf mas,kekasih anda tidak dapat kami tolong.Sistem kerja tubuhnya telah berhenti dan tidak dapat kami
sembuhkan kembali.Saya harap anda dapat bersabar dengan cobaan ini." ucap dokter sambil mengelus pundakku.Akupun menjawab "Terima kasih Dok atas bantuannya".
Aku pergi keluar rumah sakit.Disitulah aku menangis.Semua yang telah aku lakukan terasa sia-sia karena ia meninggalkanku begitu cepat.Aku merasa semua kejadian ini adalah
salahku.Andi yang berada disampingku berusaha menenangkanku.

  Saat dipemakaman,ketika semua sudah pulang,aku masih terdiam dipemakaman Sinta.Aku masih bersedih.Aku selalu ingat kejadian-kejadian pertama kali aku mengenalnya,kisah-kasihku,canda tawaku bersamanya.
Mungkin kalimat yang diucapkan terkahir kali oleh Sinta adalah kalimat yang akan aku kenang sepanjang hidupku.


Cerpen Salju Yang Hangat

“Salju Yang Hangat”


Karya:Alrafii Irvan Febriyanta


Ini adalah pengalamanku yang menyedihkan sekaligus mengharukan.Aku adalah George,seorang anak laki-laki yang berumur 16 tahun.Aku lahir dengan keadaan hidup sederhana.Aku hidup dengan ayah,ibu,dan dua adik.Disamping menjadi pelajar,aku sering memboros uangku untuk pergi ke Internet Cafe dan mentraktir temanku untuk hal yang tidak perlu.Aku juga sering bermain game sampai lupa waktu.Hingga pada suatu peristiwa membuatku berubah saat itu.

Pada suatu malam,aku diajak oleh dua orang adikku untuk menemani mereka kebukit Frost.Bukit itu lumayan tinggi,dan terdapat sungai yang lumayan besar disana.Cukup untukdilewati 3 perahu sekaligus.Malam itu aku sangat tidak ingin pergi,karena aku sedang bermain game dan berkompetisi dengan orang luar negri.Tapi bagaimana lagi,aku harus menemani adikku dibandingkan dengan dimarahinya aku oleh Ayah.

     Saat itu,sedang turun salju.Seperti biasa,salju tersebut membuat area bukit Frost menjadi lebih indah dari yang biasanya.Belly,adik laki-lakiku yang paling muda memintaku untuk membelikannya sebuah bola yang dapat bersinar apabila dilempar dan terbentur tanah.Akupun membelikannya.Setelah itu,dia bermain dengan Groofy,adikku yang berumur 14 tahun.

      Saat aku sedang memakan mie instant disebuah kursi taman,Groofy memberitahuku bahwa bola milik Belly tersangkut disebuah pohon kecil dekat jurang,lalu akupun mendatanginya.Setelah aku datangi,bola itu tersangkut lumayan jauh.Aku bilang kepada Belly untuk membelinya lagi,tetapi ia tidak mau malah menangis didepanku.Aku pun terpaksa mengambil bola tersebut yang tersangkut disebuah pohon dekat jurang yang tidak terlalu curam,dan dapat dihitung kemiringannya sekitar 65-70 derajat.
Pada saat aku mencoba untuk mengambil bola tersebut,kakiku terseleo akibat menahantubuhku dari tanah.Aku pun mencoba untuk menangkap ranting pohon,namun ranting pohon tersebut langsung patah!.Groofydan Belly pun meneriakiku.”Kakaakkk!!!” seru Groofy dan Belly.Aku terguling dan terus terguling hingga terjatuh kesungai tersebut.Namun tak disangka kejadian itu saat sedang terjadi badai salju.Akupun tidak dapat berenang dengan baik dan terseret arus sungai tersebut.

(Keesokan harinya..)

   Saat aku terbangun,aku berada dipinggir sungai pada pagi hari dengan keadaan setengah sadar.Aku hanya melihat pepohonan yang rimba.Aku mencoba untuk bangun namun badanku tidak dapat melakukannya.Aku hanya dapat mengangkat diriku setengah saja.Pada saat itu datanglah seorang nenek-nenek yang tua membawakanku sebuah teh hangat.Ia dating membawa beberapa ranting pohon.Mungkin pada saat itu ia membuat api unggun kecil disampingku.


    Ketika aku terbangun,dan aku sudah mulai bertenaga,nenek itu pun memberikanku teh hangat dan aku langsung meminumnya.Pada saat itu ia bercerita,bahwa ia melihat sebuah tubuh mengambang di sungai.Ya,itu pastiaku yang sedang tidaksadar!.Iapun pergi kembali kegubuknya dan mengambil teh hangat serta beberapa ranting pohon kering untukdibuat api unggun.Pada saat siang harinya,ia mengajakku untuk pergi kegubuknya.Aku sedikit tidak percaya pada nenek ini,tapi bagaimanapun ia telah menyelamatkanku.
Setelah sampai digubuknya,aku disuruh duduk disebuah kursinya.Gubuknya lumayan kokoh,dan cukup untuk menampung 4 orang,namun ia hanya tinggal seorang diri.Aku bertanya pada nenek itu dengan beberapa pertanyaan.

“Nama nenek siapa?” tanyaku.
Nenek itupun menjawab “Panggil saja aku Nek Grind.Aku adalah orang yang tinggal di hutan ini seorangdiri.”
Akupun mengehempaskan pertanyaan lain;”Bagaimana nenek bisa hidup seorang diri disini?tidak ada kompor,tempat mencuci,ataupun alat komunikasi.”
Nenek itupun menjawab sekaligus menasehatiku.
“Nak,kita hidup bukan untuk menikmati hal-hal yang diciptakan oleh manusia di Bumi ini.Kita hidup untuk menjalankan perintah-perintah Tuhan.Seandainya kita bergantung pada sebuah kompor untuk memasak,maka apabila kompor tersebut rusak maka kita tidak dapat memasak,terkecuali kita membelinya.Sama seperti hidup kita,yang apabila hanya bergantung kepada kenikmatan dunia,maka apabila kenikmatan dunia kita hilang maka akan sedih.Sedangkan bila kita menjalankan hidup apa adanya,dan selalu berdo’a kepada Tuhan,maka Ia akan selalu mencukupi kehidupan kita nak,walaupun tanpa seseorangpun,kita akan tetap bahagia dan selalu merasa cukup”.

Akibat jawaban nenek tersebut,aku sempat termenung beberapa saat.Akupun selalu teringat perbuatan-perbuatanku yang tidak berguna.Akus elalu berbuat sesuka hatiku tanpa memikirkan apapun.Dan aku mulai berjanji untuk mencoba berubah mulai saat ini juga.


    Seperti biasa Nek Grind mencari ranting pohon dan beberapa singkong untuk dimakannya,akupun membantunya mencari bahan-bahan tersebut.Mungkin aku juga sempat mencari pematik api di hutan.
Sudah 6 hari ini aku membantu Nenek Grind.Akupun sempat izin untuk pulang kerumah.
“Kau terhanyut oleh sungai sekitar 14km darikota.Sebaiknya engkau bawa perbekalan untuk pergi ke kota.”
Apa!14Km??!!.Aku tidak menyangka aku terhanyut oleh sungai sepanjang itu.Mungkin ini adalah kehendak Tuhan agar aku tetap hidup sampai saat ini.Akupun sempat bertanya kepada Nenek Grind,apakah ia mau tinggal bersamaku.Ia pun menjawab “Itupun jika kau mau”.Tentu saja aku akan menerimanya sebagai anggota keluarga yang baru.Aku pun pergi membawa perbekalan dan pulang kembali kekota.Aku berjanji akan kembali ke gubuk tua ini dan membawa nenek Grind.
Pada saat perjalanan,aku merasa sangat lelah dan tidak berdaya.Aku berada sekitar 1km darikota.Beberapa rumah sudah dapat terlihat dari kejauhan.Namun aku tidak sanggup berjalan kembali karena hutan yang rimba ini membuatku serasa terjebak.Apalagi dengan badai salju ini yang membuat langkah kakiku semakin berta.Akupun terus berusaha sekuat tenaga.Setelah hampir sampai diujung kota,aku sempat terjatuh dan hampir pingsan.Aku melihat seseorang yang berlari ke arahku.Aku tidak sempat melihat wajahnya karena pada saat itu aku langsung pingsan.


‘2 hari koma akibat jantung yang dipaksakan’

Yah,aku lupa kalua aku tidak boleh terlalu lelah karena aku mengidap penyakit yang menyerang jantungku akibat selalu dipaksakan.Saat aku terbangun,aku berada di RS Painto dekat sekolahku.Aku terbangun dengan menatap 3 temanku,ayah,ibu dan adikku.Mereka sempat mencemaskanku.Akupun bilang kepada mereka karena aku sempat diselamatkan oleh seorang nenek yang baik hati.

    Keesokan harinya,aku dan ayahku menyewa helikopter kecil untuk menjemput nenek Grind di hutan itu.Aku mencarinya selama hampir 2jam dan akhirnyapun ketemu.Kami mencari tempat landasan dan kebetulan terdapat sebuah rerumputan kosong berjarak 200m dari gubuk nenek Grind.Setelah mendarat,akupun berlari kegubuk tua milik Nenek Grind tersebut.

    Sekilas dilihat dari atas,gubuk nenek Grind terlihat masih biasa saja.Namun sayang seribu sayang,ternyata gubuk tersebut telah tenggelam oleh salju 3/4nya.Akupun sempat sedikit menangis sambil menggali salju tersebut.Dan benar saja,aku terlambat menjemputnya.Maut lebih cepat menjemputnya.Ia terkubur oleh salju dan tak bernyawa.Akupun menangis dan terdapat ayah disampingku sambil mengelus pundakku.Akupun meminta izin kepada ayahku untuk membawa jasad Nenek Grind kepemakaman Franzhis di kotaku.
Semua yang telah dikatakan Nenek Grind akan selalu kuingat.Tanpa ia,aku mungkin telah mati kedinginan di hutan yang jauh sekali dari rumahku.Ini adalah pengalamanku yang sangat menyedihkan.Aku akan mencoba merubah sikapku untuk mengenang jasa nenek Grind.


Cerpen akan update setiap harinya,jadi selalu cek cerpenku tiap hari ya!
-Veneno
Next Title:Akulah Yang Membahagiakanmu

#Post komentar tentang kelebihan dan kekurangan cerpen

google-site-verification: googlea843e0f2f24a2235.html