Label

Friday, 16 October 2015

Cerpen Salju Yang Hangat

“Salju Yang Hangat”


Karya:Alrafii Irvan Febriyanta


Ini adalah pengalamanku yang menyedihkan sekaligus mengharukan.Aku adalah George,seorang anak laki-laki yang berumur 16 tahun.Aku lahir dengan keadaan hidup sederhana.Aku hidup dengan ayah,ibu,dan dua adik.Disamping menjadi pelajar,aku sering memboros uangku untuk pergi ke Internet Cafe dan mentraktir temanku untuk hal yang tidak perlu.Aku juga sering bermain game sampai lupa waktu.Hingga pada suatu peristiwa membuatku berubah saat itu.

Pada suatu malam,aku diajak oleh dua orang adikku untuk menemani mereka kebukit Frost.Bukit itu lumayan tinggi,dan terdapat sungai yang lumayan besar disana.Cukup untukdilewati 3 perahu sekaligus.Malam itu aku sangat tidak ingin pergi,karena aku sedang bermain game dan berkompetisi dengan orang luar negri.Tapi bagaimana lagi,aku harus menemani adikku dibandingkan dengan dimarahinya aku oleh Ayah.

     Saat itu,sedang turun salju.Seperti biasa,salju tersebut membuat area bukit Frost menjadi lebih indah dari yang biasanya.Belly,adik laki-lakiku yang paling muda memintaku untuk membelikannya sebuah bola yang dapat bersinar apabila dilempar dan terbentur tanah.Akupun membelikannya.Setelah itu,dia bermain dengan Groofy,adikku yang berumur 14 tahun.

      Saat aku sedang memakan mie instant disebuah kursi taman,Groofy memberitahuku bahwa bola milik Belly tersangkut disebuah pohon kecil dekat jurang,lalu akupun mendatanginya.Setelah aku datangi,bola itu tersangkut lumayan jauh.Aku bilang kepada Belly untuk membelinya lagi,tetapi ia tidak mau malah menangis didepanku.Aku pun terpaksa mengambil bola tersebut yang tersangkut disebuah pohon dekat jurang yang tidak terlalu curam,dan dapat dihitung kemiringannya sekitar 65-70 derajat.
Pada saat aku mencoba untuk mengambil bola tersebut,kakiku terseleo akibat menahantubuhku dari tanah.Aku pun mencoba untuk menangkap ranting pohon,namun ranting pohon tersebut langsung patah!.Groofydan Belly pun meneriakiku.”Kakaakkk!!!” seru Groofy dan Belly.Aku terguling dan terus terguling hingga terjatuh kesungai tersebut.Namun tak disangka kejadian itu saat sedang terjadi badai salju.Akupun tidak dapat berenang dengan baik dan terseret arus sungai tersebut.

(Keesokan harinya..)

   Saat aku terbangun,aku berada dipinggir sungai pada pagi hari dengan keadaan setengah sadar.Aku hanya melihat pepohonan yang rimba.Aku mencoba untuk bangun namun badanku tidak dapat melakukannya.Aku hanya dapat mengangkat diriku setengah saja.Pada saat itu datanglah seorang nenek-nenek yang tua membawakanku sebuah teh hangat.Ia dating membawa beberapa ranting pohon.Mungkin pada saat itu ia membuat api unggun kecil disampingku.


    Ketika aku terbangun,dan aku sudah mulai bertenaga,nenek itu pun memberikanku teh hangat dan aku langsung meminumnya.Pada saat itu ia bercerita,bahwa ia melihat sebuah tubuh mengambang di sungai.Ya,itu pastiaku yang sedang tidaksadar!.Iapun pergi kembali kegubuknya dan mengambil teh hangat serta beberapa ranting pohon kering untukdibuat api unggun.Pada saat siang harinya,ia mengajakku untuk pergi kegubuknya.Aku sedikit tidak percaya pada nenek ini,tapi bagaimanapun ia telah menyelamatkanku.
Setelah sampai digubuknya,aku disuruh duduk disebuah kursinya.Gubuknya lumayan kokoh,dan cukup untuk menampung 4 orang,namun ia hanya tinggal seorang diri.Aku bertanya pada nenek itu dengan beberapa pertanyaan.

“Nama nenek siapa?” tanyaku.
Nenek itupun menjawab “Panggil saja aku Nek Grind.Aku adalah orang yang tinggal di hutan ini seorangdiri.”
Akupun mengehempaskan pertanyaan lain;”Bagaimana nenek bisa hidup seorang diri disini?tidak ada kompor,tempat mencuci,ataupun alat komunikasi.”
Nenek itupun menjawab sekaligus menasehatiku.
“Nak,kita hidup bukan untuk menikmati hal-hal yang diciptakan oleh manusia di Bumi ini.Kita hidup untuk menjalankan perintah-perintah Tuhan.Seandainya kita bergantung pada sebuah kompor untuk memasak,maka apabila kompor tersebut rusak maka kita tidak dapat memasak,terkecuali kita membelinya.Sama seperti hidup kita,yang apabila hanya bergantung kepada kenikmatan dunia,maka apabila kenikmatan dunia kita hilang maka akan sedih.Sedangkan bila kita menjalankan hidup apa adanya,dan selalu berdo’a kepada Tuhan,maka Ia akan selalu mencukupi kehidupan kita nak,walaupun tanpa seseorangpun,kita akan tetap bahagia dan selalu merasa cukup”.

Akibat jawaban nenek tersebut,aku sempat termenung beberapa saat.Akupun selalu teringat perbuatan-perbuatanku yang tidak berguna.Akus elalu berbuat sesuka hatiku tanpa memikirkan apapun.Dan aku mulai berjanji untuk mencoba berubah mulai saat ini juga.


    Seperti biasa Nek Grind mencari ranting pohon dan beberapa singkong untuk dimakannya,akupun membantunya mencari bahan-bahan tersebut.Mungkin aku juga sempat mencari pematik api di hutan.
Sudah 6 hari ini aku membantu Nenek Grind.Akupun sempat izin untuk pulang kerumah.
“Kau terhanyut oleh sungai sekitar 14km darikota.Sebaiknya engkau bawa perbekalan untuk pergi ke kota.”
Apa!14Km??!!.Aku tidak menyangka aku terhanyut oleh sungai sepanjang itu.Mungkin ini adalah kehendak Tuhan agar aku tetap hidup sampai saat ini.Akupun sempat bertanya kepada Nenek Grind,apakah ia mau tinggal bersamaku.Ia pun menjawab “Itupun jika kau mau”.Tentu saja aku akan menerimanya sebagai anggota keluarga yang baru.Aku pun pergi membawa perbekalan dan pulang kembali kekota.Aku berjanji akan kembali ke gubuk tua ini dan membawa nenek Grind.
Pada saat perjalanan,aku merasa sangat lelah dan tidak berdaya.Aku berada sekitar 1km darikota.Beberapa rumah sudah dapat terlihat dari kejauhan.Namun aku tidak sanggup berjalan kembali karena hutan yang rimba ini membuatku serasa terjebak.Apalagi dengan badai salju ini yang membuat langkah kakiku semakin berta.Akupun terus berusaha sekuat tenaga.Setelah hampir sampai diujung kota,aku sempat terjatuh dan hampir pingsan.Aku melihat seseorang yang berlari ke arahku.Aku tidak sempat melihat wajahnya karena pada saat itu aku langsung pingsan.


‘2 hari koma akibat jantung yang dipaksakan’

Yah,aku lupa kalua aku tidak boleh terlalu lelah karena aku mengidap penyakit yang menyerang jantungku akibat selalu dipaksakan.Saat aku terbangun,aku berada di RS Painto dekat sekolahku.Aku terbangun dengan menatap 3 temanku,ayah,ibu dan adikku.Mereka sempat mencemaskanku.Akupun bilang kepada mereka karena aku sempat diselamatkan oleh seorang nenek yang baik hati.

    Keesokan harinya,aku dan ayahku menyewa helikopter kecil untuk menjemput nenek Grind di hutan itu.Aku mencarinya selama hampir 2jam dan akhirnyapun ketemu.Kami mencari tempat landasan dan kebetulan terdapat sebuah rerumputan kosong berjarak 200m dari gubuk nenek Grind.Setelah mendarat,akupun berlari kegubuk tua milik Nenek Grind tersebut.

    Sekilas dilihat dari atas,gubuk nenek Grind terlihat masih biasa saja.Namun sayang seribu sayang,ternyata gubuk tersebut telah tenggelam oleh salju 3/4nya.Akupun sempat sedikit menangis sambil menggali salju tersebut.Dan benar saja,aku terlambat menjemputnya.Maut lebih cepat menjemputnya.Ia terkubur oleh salju dan tak bernyawa.Akupun menangis dan terdapat ayah disampingku sambil mengelus pundakku.Akupun meminta izin kepada ayahku untuk membawa jasad Nenek Grind kepemakaman Franzhis di kotaku.
Semua yang telah dikatakan Nenek Grind akan selalu kuingat.Tanpa ia,aku mungkin telah mati kedinginan di hutan yang jauh sekali dari rumahku.Ini adalah pengalamanku yang sangat menyedihkan.Aku akan mencoba merubah sikapku untuk mengenang jasa nenek Grind.


Cerpen akan update setiap harinya,jadi selalu cek cerpenku tiap hari ya!
-Veneno
Next Title:Akulah Yang Membahagiakanmu

#Post komentar tentang kelebihan dan kekurangan cerpen

google-site-verification: googlea843e0f2f24a2235.html

No comments:

Post a Comment