“Salju Yang
Hangat”
Ini adalah pengalamanku
yang menyedihkan sekaligus mengharukan.Aku adalah George,seorang anak laki-laki yang
berumur 16
tahun.Aku lahir dengan keadaan hidup sederhana.Aku hidup dengan ayah,ibu,dan dua adik.Disamping menjadi pelajar,aku sering memboros uangku untuk pergi ke Internet Cafe dan mentraktir temanku untuk hal yang tidak perlu.Aku juga sering bermain game sampai lupa waktu.Hingga pada suatu peristiwa membuatku berubah saat itu.
Pada suatu malam,aku diajak oleh dua
orang
adikku untuk menemani mereka kebukit Frost.Bukit itu lumayan tinggi,dan terdapat sungai
yang lumayan besar disana.Cukup untukdilewati 3
perahu sekaligus.Malam itu aku sangat tidak ingin pergi,karena aku sedang bermain game
dan berkompetisi dengan orang
luar negri.Tapi bagaimana lagi,aku harus menemani adikku dibandingkan dengan dimarahinya aku oleh
Ayah.
Saat itu,sedang turun salju.Seperti biasa,salju tersebut membuat
area bukit Frost menjadi lebih indah dari yang biasanya.Belly,adik laki-lakiku yang
paling muda memintaku untuk membelikannya sebuah bola yang
dapat bersinar apabila dilempar dan terbentur tanah.Akupun membelikannya.Setelah itu,dia bermain dengan Groofy,adikku
yang berumur 14 tahun.
Saat aku sedang memakan mie
instant disebuah kursi taman,Groofy memberitahuku bahwa bola milik Belly
tersangkut disebuah pohon kecil dekat jurang,lalu akupun mendatanginya.Setelah aku datangi,bola itu tersangkut lumayan jauh.Aku bilang kepada
Belly
untuk membelinya lagi,tetapi ia tidak mau malah menangis didepanku.Aku pun terpaksa mengambil
bola tersebut yang tersangkut disebuah pohon dekat jurang yang tidak terlalu curam,dan dapat dihitung kemiringannya sekitar
65-70 derajat.
Pada saat aku mencoba untuk mengambil
bola
tersebut,kakiku terseleo akibat menahantubuhku dari tanah.Aku pun mencoba untuk menangkap
ranting pohon,namun ranting pohon tersebut langsung patah!.Groofydan Belly pun
meneriakiku.”Kakaakkk!!!”
seru Groofy dan Belly.Aku terguling dan terus terguling hingga terjatuh kesungai tersebut.Namun tak disangka kejadian itu saat sedang terjadi badai salju.Akupun tidak dapat berenang dengan baik dan terseret arus sungai tersebut.
(Keesokan harinya..)
Saat aku terbangun,aku berada dipinggir sungai pada pagi hari dengan keadaan setengah sadar.Aku hanya melihat pepohonan
yang rimba.Aku mencoba untuk bangun namun badanku tidak dapat melakukannya.Aku hanya dapat mengangkat diriku setengah saja.Pada saat itu datanglah seorang nenek-nenek
yang tua membawakanku sebuah teh hangat.Ia dating membawa beberapa ranting
pohon.Mungkin pada saat itu ia membuat api unggun kecil disampingku.
Ketika aku terbangun,dan aku sudah mulai bertenaga,nenek itu pun memberikanku teh hangat dan aku langsung meminumnya.Pada saat itu ia bercerita,bahwa ia melihat sebuah tubuh mengambang
di sungai.Ya,itu pastiaku yang
sedang tidaksadar!.Iapun pergi kembali kegubuknya dan mengambil teh hangat serta beberapa
ranting pohon kering untukdibuat api unggun.Pada saat siang harinya,ia mengajakku untuk pergi kegubuknya.Aku sedikit tidak percaya pada nenek ini,tapi bagaimanapun ia telah menyelamatkanku.
Setelah sampai digubuknya,aku disuruh
duduk disebuah kursinya.Gubuknya lumayan kokoh,dan cukup untuk menampung 4
orang,namun ia hanya tinggal seorang diri.Aku bertanya pada nenek itu dengan beberapa pertanyaan.
“Nama
nenek siapa?” tanyaku.
Nenek itupun menjawab
“Panggil saja aku Nek Grind.Aku adalah orang yang tinggal di hutan ini seorangdiri.”
Akupun mengehempaskan pertanyaan
lain;”Bagaimana nenek bisa hidup seorang diri disini?tidak ada kompor,tempat mencuci,ataupun alat komunikasi.”
Nenek itupun menjawab sekaligus menasehatiku.
“Nak,kita hidup bukan untuk menikmati hal-hal
yang diciptakan oleh manusia di
Bumi ini.Kita hidup untuk menjalankan perintah-perintah Tuhan.Seandainya kita bergantung pada sebuah kompor untuk memasak,maka apabila kompor tersebut rusak maka kita tidak dapat memasak,terkecuali kita membelinya.Sama seperti hidup kita,yang apabila hanya bergantung kepada kenikmatan dunia,maka apabila kenikmatan dunia kita hilang maka akan sedih.Sedangkan bila kita menjalankan hidup apa adanya,dan selalu berdo’a kepada Tuhan,maka Ia akan selalu mencukupi kehidupan kita nak,walaupun tanpa seseorangpun,kita akan tetap bahagia dan selalu merasa cukup”.
Akibat jawaban nenek tersebut,aku sempat termenung beberapa saat.Akupun selalu teringat perbuatan-perbuatanku
yang tidak berguna.Akus elalu berbuat sesuka hatiku tanpa memikirkan apapun.Dan aku mulai berjanji untuk mencoba berubah mulai saat ini juga.
Seperti biasa
Nek Grind mencari ranting
pohon dan beberapa singkong untuk dimakannya,akupun membantunya mencari bahan-bahan tersebut.Mungkin aku juga sempat mencari pematik api
di hutan.
Sudah 6
hari ini aku membantu Nenek Grind.Akupun sempat izin untuk pulang kerumah.
“Kau terhanyut oleh sungai sekitar
14km darikota.Sebaiknya engkau bawa perbekalan untuk pergi ke kota.”
Apa!14Km??!!.Aku tidak menyangka aku terhanyut oleh sungai sepanjang itu.Mungkin ini adalah kehendak Tuhan
agar
aku tetap hidup sampai saat ini.Akupun sempat bertanya kepada Nenek Grind,apakah ia mau tinggal bersamaku.Ia pun menjawab
“Itupun jika kau mau”.Tentu saja aku akan menerimanya sebagai anggota keluarga yang baru.Aku pun pergi membawa perbekalan dan pulang kembali kekota.Aku berjanji akan kembali ke gubuk tua ini dan membawa nenek
Grind.
Pada saat perjalanan,aku merasa sangat lelah dan tidak berdaya.Aku berada sekitar
1km
darikota.Beberapa rumah sudah dapat terlihat dari kejauhan.Namun aku tidak sanggup berjalan kembali karena hutan
yang rimba ini membuatku serasa terjebak.Apalagi dengan badai salju ini yang
membuat langkah kakiku semakin berta.Akupun terus berusaha sekuat tenaga.Setelah hampir sampai diujung kota,aku sempat terjatuh dan hampir pingsan.Aku melihat seseorang
yang berlari ke arahku.Aku tidak sempat melihat wajahnya karena pada saat itu aku langsung pingsan.
‘2
hari koma akibat jantung yang dipaksakan’
Yah,aku lupa
kalua aku tidak boleh terlalu lelah karena aku mengidap penyakit yang
menyerang jantungku akibat selalu dipaksakan.Saat aku terbangun,aku berada di RS
Painto dekat sekolahku.Aku terbangun dengan menatap 3
temanku,ayah,ibu dan adikku.Mereka sempat mencemaskanku.Akupun bilang kepada mereka karena aku sempat diselamatkan oleh seorang nenek
yang baik hati.
Keesokan harinya,aku dan ayahku menyewa helikopter kecil untuk menjemput nenek
Grind di hutan itu.Aku mencarinya selama hampir 2jam
dan akhirnyapun ketemu.Kami mencari tempat landasan dan kebetulan terdapat sebuah rerumputan kosong berjarak
200m dari gubuk nenek Grind.Setelah mendarat,akupun berlari kegubuk tua milik Nenek
Grind tersebut.
Sekilas dilihat dari atas,gubuk nenek
Grind terlihat masih biasa saja.Namun sayang seribu sayang,ternyata gubuk tersebut telah tenggelam oleh salju
3/4nya.Akupun
sempat sedikit menangis sambil menggali salju tersebut.Dan benar saja,aku terlambat menjemputnya.Maut lebih cepat menjemputnya.Ia terkubur oleh salju dan tak bernyawa.Akupun menangis dan terdapat
ayah
disampingku sambil mengelus pundakku.Akupun meminta izin kepada ayahku untuk membawa jasad Nenek
Grind kepemakaman Franzhis di kotaku.
Semua yang
telah dikatakan Nenek Grind
akan selalu kuingat.Tanpa ia,aku mungkin telah mati kedinginan di hutan yang jauh sekali dari
rumahku.Ini adalah pengalamanku yang
sangat menyedihkan.Aku akan mencoba merubah sikapku untuk mengenang jasa nenek Grind.
Cerpen akan
update setiap harinya,jadi selalu cek cerpenku tiap hari ya!
-Veneno
Next Title:Akulah Yang Membahagiakanmu
#Post komentar tentang kelebihan dan kekurangan cerpen
No comments:
Post a Comment